MANADO - 26 Agustus 2025,
Ketua Pengadilan Agama Bolaang Uki Umi Kalsum Abd Kadir, bersama Wakil Ketua Sri Rahayu Damopolii serta Panitera Hanafie Pulukadang dan Sekretaris Abd Razik L Mokoagow menghadiri kegiatan penting dalam dunia peradilan agama di Indonesia Timur ditutup dengan khidmat, Selasa (26/8/2025). Ketua Pengadilan Tinggi Agama Manado, Drs. H. M. Nahiruddin, SH., MH., resmi purna bakti setelah mengabdi puluhan tahun untuk penegakan hukum dan keadilan. Prosesi pelepasan yang megah ini dipimpin langsung oleh Ketua Mahkamah Agung RI, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H., dan dihadiri oleh seluruh pucuk pimpinan lembaga peradilan serta para pemimpin tertinggi di Sulawesi Utara.
Acara yang digelar secara hybrid (luring dan daring) dari Aula Serbaguna PTA Manado tepat pukul 10.00 Wita itu, lebih dari sekadar seremoni. Ia menjadi testament atas dedikasi dan integritas Bpk. Nahiruddin dalam membangun fondasi peradilan yang kuat dan terpercaya.
Dalam sambutannya, Ketua MA Prof. Dr. H. Sunarto menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas pengabdian Nahiruddin. "Pengabdian yang telah Bapak berikan bukan hanya untuk institusi peradilan agama, tetapi juga untuk bangsa dan negara. Jejak langkah dan keteladanan Bapak akan menjadi warisan berharga bagi generasi penerus,"
Kehadiran para pejabat tinggi MA secara fisik, mulai dari Wakil Ketua Bidang Yudisial, Ketua Kamar Pembinaan, Ketua Kamar Agama, Ketua Kamar Pengawasan, Panitera, Sekretaris Mahkamah Agung membuktikan betapa tinggi penghormatan terhadap sang ketua. Ini adalah sebuah kehormatan langka yang tidak diberikan kepada setiap purnabakti pejabat pengadilan.
Tak kalah megah, acara ini juga dihadiri oleh para pejabat di Sulut, Tampak hadir Kepala Kejaksaan Tinggi Sulut, Kapolda Sulut, Pangdam XIII/Merdeka Sulut, Kakanwil Kemenag Sulut, Rektor IAIN Manado, dan Pimpinan Cabang Bank Syariah Indonesia (BSI). Kehadiran mereka menegaskan bahwa kolaborasi yang dibangun dengan berbagai instansi selama memimpin sangatlah solid dan penuh hormat.
Purnabakti ini tidak hanya mengakhiri sebuah karier, tetapi juga mengukir warisan kepemimpinan yang akan dikenang dalam sejarah peradilan agama di Manado.